Kembali ke Daftar Berita
Melalui RRI Pro 2 Gunungsitoli, PAK Kemenag Nias Teguhkan Pesan Iman dan Pengharapan
5 menit baca

Foto utama: Melalui RRI Pro 2 Gunungsitoli, PAK Kemenag Nias Teguhkan Pesan Iman dan Pengharapan

Publikasi Resmi

Melalui RRI Pro 2 Gunungsitoli, PAK Kemenag Nias Teguhkan Pesan Iman dan Pengharapan

AA

Aflahunnas Alfiah

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias

20 Oct 2026 4 Dibaca

Nias (Humas). Penyuluh Agama Kristen (PAK) Kementerian Agama Kabupaten Nias, Darni Hayati Waruwu, S. Th., hadir dalam program siaran Kasih dan Penghargaan di RRI Pro 2 Gunungsitoli dengan membawa pesan rohani yang meneguhkan iman dan pengharapan masyarakat. Dalam siaran tersebut, tema yang diangkat adalah “Ketenangan Sejati Hanya Dekat dengan Allah”, dengan landasan firman Tuhan dari Mazmur 62:2–9, Kamis (08/10/2026). Melalui tema ini, pendengar diajak untuk memahami makna ketenangan sejati dalam kehidupan orang percaya. Di tengah dinamika kehidupan yang diwarnai berbagai tantangan, persoalan keluarga, tuntutan pekerjaan, serta ketidakpastian masa depan, manusia membutuhkan sumber kekuatan yang mampu memberikan keteguhan hati dan pengharapan. Dalam perspektif iman Kristen, Allah merupakan sumber keselamatan, perlindungan, dan ketenangan yang tidak tergantung pada perubahan keadaan duniawi.

Dalam penyampaiannya Darni Waruwu menyatakan bahwa Mazmur 62:2–9: Allah sebagai Sumber Ketenangan Sejati. Sebab Nast ini menegaskan bahwa keselamatan dan pengharapannya berasal dari Allah. Tuhan digambarkan sebagai gunung batu, keselamatan, dan tempat perlindungan yang kokoh bagi umat-Nya. Pesan ini mengingatkan bahwa ketenangan sejati tidak semata-mata ditentukan oleh keadaan yang nyaman, keberhasilan, kekayaan, ataupun terbebasnya seseorang dari persoalan. Ketenangan sejati tumbuh dari hubungan yang erat dengan Allah, kepercayaan kepada pemeliharaan-Nya, serta kesediaan untuk menyerahkan segala kekhawatiran kepada-Nya melalui doa dan pengharapan.

Lebih jauh Darni Waruwu menegeskan bahwa dalam Mazmur 62:6–9, umat Tuhan diajak untuk tetap berharap kepada Allah, mencurahkan isi hati di hadapan-Nya, dan menjadikan Dia sebagai tempat perlindungan. Ajakan tersebut relevan bagi kehidupan masyarakat masa kini, ketika banyak orang menghadapi tekanan hidup dan membutuhkan penguatan rohani untuk menjalani setiap tanggung jawab. Pesan tentang ketenangan sejati memiliki makna penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat menghadapi persoalan yang berbeda, baik dalam keluarga, pekerjaan, pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat. Dalam situasi seperti itu, iman kepada Allah dapat menjadi landasan untuk bersikap tenang, bijaksana, dan penuh pengharapan. Kepercayaan kepada Tuhan tidak berarti bahwa seseorang terbebas dari seluruh persoalan kehidupan. Sebaliknya, iman memberikan kekuatan untuk menghadapi persoalan dengan hati yang teguh, pikiran yang jernih, dan sikap yang bertanggung jawab. Doa, pembacaan firman Tuhan, persekutuan, serta kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari kehidupan rohani yang dapat membantu seseorang memelihara imannya. Pesan tersebut juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah kehilangan pengharapan ketika menghadapi kesulitan. Dengan mengandalkan Allah, setiap orang diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih sabar, menjaga perkataan dan tindakan, serta tetap melakukan hal-hal yang baik bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, lanjutnya.

Tema “Ketenangan Sejati Hanya Dekat dengan Allah” tidak hanya berbicara tentang hubungan pribadi manusia dengan Tuhan, tetapi juga berkaitan dengan cara seseorang memperlakukan sesama. Iman yang bertumbuh seharusnya tercermin dalam sikap mengasihi, menghormati, mengampuni, membantu orang yang membutuhkan, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Ketenangan batin yang berlandaskan iman hendaknya mendorong seseorang untuk menjadi pembawa damai di lingkungan keluarga dan masyarakat. Ketika menghadapi perbedaan pendapat, setiap orang diajak untuk mengutamakan dialog, menghindari perkataan yang menyakiti, dan membangun hubungan yang dilandasi rasa saling menghargai, tegasnya.

Melalui landasan firman Tuhan dalam Mazmur 62:2–9, Darni Waruwu mengajak pendengar untuk terus memelihara kepercayaan kepada Allah dalam setiap keadaan. Ketika menghadapi keberhasilan, manusia diingatkan untuk tetap rendah hati. Ketika menghadapi kesulitan, manusia diajak untuk tidak kehilangan pengharapan. Sementara itu, dalam kehidupan bersama, setiap orang diharapkan mampu menghadirkan kasih dan kepedulian. Beliau meyakini bahwa ketenangan sejati berakar pada kepercayaan kepada Allah sebagai sumber keselamatan dan perlindungan. Hubungan yang erat dengan Tuhan memberikan landasan rohani bagi seseorang untuk menghadapi kehidupan dengan iman, kesabaran, dan pengharapan. Karena itu, setiap orang diajak untuk menaruh harapan kepada-Nya, mencurahkan isi hati di hadapan-Nya, serta menjalani kehidupan dengan iman yang kokoh, hati yang penuh damai, dan kasih kepada sesama.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Dr. H. Arnan Lubis, M.Sos menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan siaran kasih yang dibawakan oleh Penyuluh Agama Kristen (PAK) Kementerian Agama Kabupaten Nias melalui RRI Pro 2 Gunungsitoli. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan keagamaan kepada masyarakat melalui media penyiaran publik. Siaran ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian pesan-pesan iman, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kasih, memperkuat pengharapan, serta mendorong masyarakat menjalani kehidupan dengan penuh semangat, kedamaian, dan kepedulian terhadap sesama.

Arnan juga menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis dalam membimbing dan mendampingi umat, termasuk melalui pemanfaatan media komunikasi yang menjangkau masyarakat secara luas. Ia berharap kegiatan siaran keagamaan melalui RRI Pro 2 Gunungsitoli dapat terus dikembangkan sebagai sarana edukasi, pembinaan rohani, dan penguatan moderasi beragama, sehingga kehadiran penyuluh agama semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Melalui pelayanan yang tulus dan pemanfaatan media publik secara positif, kami berharap pesan-pesan keagamaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta menumbuhkan kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis,” ungkapnya

Melalui program Kasih dan Penghargaan di RRI Pro 2 Gunungsitoli, pesan iman tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan bagi masyarakat, khususnya umat Kristen, untuk terus bertumbuh dalam kehidupan rohani dan menerapkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari. Penyampaian pesan rohani melalui RRI Pro 2 Gunungsitoli Kementerian Agama Kabupaten Nias menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah-tengah umat. Dengan demikian umat dapat dikuatkan lewat penyampaian firman Tuhan.

Fotografer

Tim Humas

Editor

Jul Ardin Tanjung

Bagikan Artikel Ini

Bantu sebarkan informasi bermanfaat

Memproses permintaan...